Abror @ Multiply

IP Adress Anda

Kamis, 05 November 2009

Hari-hari penuh kemuakan

Beberapa hari ini terasa sekali betapa menjadi sebuah titik nadir dari kebosanan dan kemuakan dengan kejadian yang memalukan di negeri ini. Betapa negeri ini 'dikuasai' para broker dan cukong yang dengan mudahnya 'membeli' oknum penegak hukum. Sangat menjijikan dan memalukan! argumentasi apalagi yang mesti dikemukakan untuk tetap 'merasa bangga' menjadi anak negeri. *Mode tarik nafas panjang ON.

Kita memahami betapa kerusakan dan kebobrokan ini sudah sekian lama terjadi, cuma baru kali ini masyarakat dapat melihat dengan telanjang, betapa kebobrokan itu dilakukan tanpa rasa bersalah dan malu dengan tingkah laku dan sikap serakah mereka yang sesungguhnya sangat tepat dihukum dengan hukuman yang sangat berat kalau perlu digantung didepan halayak (tentu kalau kesalahan itu sudah terbukti).

Melihat kasus yang sedang hangat-hangat terjadi adalah pengerdilan fungsi dan peran KPK. Seperti kita maklum, masyarakat sudah jenuh dan bosan melihat para oknum pejabat kita yang merusak dan membebani negeri ini dengan kelakuan yang maha munafik dan sangat merusak tatanan ehidupan normal bernegara. Kepercayaan masyarakat mulai tumbuh dengan dibentuknya KPK, kepercayaan akan pemberantasan korupsi mulai tetrtanam dalam diri, eh ujug-ujug..bagai gludug di siang bolong KPK mengalami nasib yang sangat memilukan. Dimarginalkan kalau perlu dihapuskan lembaga extra ordinari itu dari muka bumi negeri yang kita cintai ini.
Rekayasa dan makar orang-orang yang merasa terusik dengan keberadaan KPK, satu-satu wibawa KPK diploroti.

Kasus Antasari yang terlibat tindakan kriminal menjadi titik start dari langkah memandulkan KPK. Penangkapan Bibit dan Chandra menjadi kulminasi dari langkah rekayasa itu. Teringat dengan firman Alloh SWT "Wamakaru wamakarulloh, Wallohu khoirul Makirin" ..mereka meiliki 'rekayasa', Alloh juga mempunyai rekayasa, dan rekayasa Alloh adalah sebaik-baik pembat rekayasa. Ternyata maha benar Alloh membuka rekayasa dan makar mereka. Mahkamah Konstitusi menggelar sidang terbuka dengan memutar hasil sadapan KPK terhadap Anggodo (adik Anggoro yg terlibat korupsi di dep Kehutanan) dengan beberapa oknum pejabat kepolisian dan Kejaksaan.

Betapa kita tak kuasa menahan rasa marah, rasa jijik dan berbagai rasa tidak nyaman melihat begitu mudahnya 'pejabat-pejabat' itu dkuasai dan disetir oleh seorang Cukong berduit.
......berlanjut.....