Hari ini, Jumat 6 Maret 2009. Lelah sekali terasa tubuh ini, tenggorokan agak gatal serta badan agak meriang. Sengaja pagi ini aku tak beraktifitas seperti biasanya. Aku bermaksud mengistirahatkan tubuh ini setelah seharian kemarin mengalami kemacetan dahsyat yang mengakibatkan aku baru tiba dirumah pukul setengan sebelas malam.
Kupaksakan melawan rasa lelah dan sakit disekujur tubuh untuk berangkat ke Masjid dekat rumah guna melaksanakan sholat jumat. Beruntung aku memiliki anak lelaki yang sudah bisa mengendarai sepeda motor, dia memboncengku bersama si bungsu Ziyad ke Masjid Al Hikmah.
Sekitar jam dua siang aku bersama istri dan dua anakku berangkat ke Istora Senayan, kebetulan kami ikut partisipasi mengisi salah satu stan di Islamic Book Fair. Rute yang kami lalui standar saja, Bangka 2, menuju Tendean, Wolter Monginsidi, Gunawarman menuju bundaran Ratu Plaza langsung menuju komplek Gelora Bung Karno. Jalanan hari ini macet seperti hari kemarin, apalagi begitu memasuki komplek Gelora BK kendaraan cukup padat. O ya ..Java Jazz. Hari ini hari pertama pertunjukan.
Sebelum sampai di Senayan, tepatnya di depan Ratu Plaza HPku berdering, karena sedang konsentrasi mengemudi HP kuserahkan ke istriku, ternyata seorang teman mengabarkan sebuah berita duka. Cepat-cepat HP diserahkan kepadaku..........Innalill
Aku lemas, sekujur tubuhku terasa lunglai dan gemetaran, betapa tidak. Seorang sahabat karibku yang begitu lama kukenal dan sudah hampir 20 tahun kami bergaul telah pergi meninggalkanku untuk selamanya.
Yang begitu ironis kepergiannya akibat kelalaian seorang supir bis K****** menabraknya. Inna lillahi..
Krologis kejadian yang kudapatkan informasi dari seorang kakak almarhum; Almarhum mengendarai sepeda motornya dari arah Buncit Raya mengarah ke Rasuna Said, tepat setelah lampu merah flyover Mampang Prapatan sebelah pom bensin Almarhum berusaha menghindari jalan yang agak rusak, mungkin karena kurang waspada dia terjatuh. Menurut saksi kejadian, almarhum sempat bangkit berdiri dan mencari kacamata minusnya yang lumayan tebal. Sekonyong-konyong muncul bis K***** yang menabraknya tanpa ampun. Bis tersebut dikendarai secara ugal-ugalan dan saling berkejaran dengan bis K**** lainnya.
Helm terlepas, bagian kepala parah, sementara bagian tubuh lainnya tidak mengalami luka, inipun menurut seorang kakak almarhum.
Yang membuat aku begitu menyesal dan begitu kehilangan adalah; aku tidak sempat menemuinya untuk terakhir kali dan tidak sempat menyolatkannya. Ini terjadi karena aku baru tiba dirumah sekitar jam 18.45 karena jalanan begitu macet, almarhum disholatkan ba'da maghrib dan langsung dimakamkan.
Allohummagh firlahu warhamhu wa'afihi wa'fu anhu.
Semoga Alloh SWT mengampunimu dan menempatkan engkau disisiNya sebagai seorang syuhada karena engkau dipanggil dalam keadaan berjihad mencari nafkah untuk keluargamu.
Hari Jumat sekitar jam 14.00, Alloh SWT memanggilmu untuk segera menghadapNya. Semoga sang Khaliq menghadiahkan syurga buatmu..........
Selamat jalan sahabatku H.Nurdin bin H.Nali, doa kami menyertaimu....amin....