Abror @ Multiply

IP Adress Anda

Senin, 25 Januari 2010

Hidup dan Mati Dua Kali


Sering kita mendengar orang berkata, “hidup Cuma sekali, maka puas-puaskan hidupmu”, apakah benar hidup kita cuma sekali dan matipun Cuma sekali. Ternyata menurut Allah SWT tidaklah demikian. Sesungguhnya hidup dan matinya manusia bukan sekali melainkan dua kali, pernyataan ini bisa kita rujuk pada firman Allah SWT dalam surat Ghafir (Al Mu’min) ayat 11.
قَالُوا رَبَّنَا أَمَتَّنَا اثْنَتَيْنِ وَأَحْيَيْتَنَا اثْنَتَيْنِ فَاعْتَرَفْنَا بِذُنُوبِنَا فَهَلْ إِلَىٰ خُرُوجٍ مِنْ سَبِيلٍ
Mereka menjawab: "Ya Tuhan kami Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula), lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah sesuatu jalan (bagi kami) untuk keluar (dari neraka)?" (QS 40:11).
Kemudian dikuatkan lagi dengan dalil berikut, dalam surat Al Baqarah ayat 28 Allah SWT berfirman;
كَيْفَ تَكْفُرُونَ بِاللَّهِ وَكُنْتُمْ أَمْوَاتًا فَأَحْيَاكُمْ ۖ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan? (QS 2:28)
Nah. Dari dua ayat di atas sungguh gamblang bahwa kita dimatikan dua kali dan dihidupkan dua kali. Agak membingungkan? ...tentu tidak, coba kita telaah lagi. Fase pertama manusia dari belum ada atau belum lahir, kita dalam keadaan mati (ruh kita masih bersemayam di Lauh Mahfudz), itulah yang dimaksud dengan fase kematian pertama.
Kemudian Allah SWT menakdirkan kita dilahirkan oleh ibu kita, disitulah fase kehidupan pertama dimulai. Bahkan ada pendapat kita sudah dihidupkan ketika dikandung dalam rahim ibu kita yang ditiupkan ruh pada saat janin berusia 4 bulan.
Fase ketiga dalam rangkaian kehidupan manusia adalah saat kematian kedua, kapan terjadi. Tidak ada yang mengetahui kapan saatnya kita mati dan meninggalkan dunia yang fana ini. Yang pasti adalah bahwa pasti kita akan mati. Nah disinilah pintu kita menuju fase kehidupan selanjutnya yaitu kehidupan nan abadi di alam akhirat nanti.
Fase keempat setelah Allah SWT menakdirkan kita mati dan meninggalkan semua kefana’an dunia ini, suka tidak suka, mau tidak mau dan siap tidak siap kita pasti mati. Fase keempat ini adalah fase kehidupan kedua, fase dimana kita sebagai hamba Allah dihidupkan kembali di alam akhirat dan ini menjadi fase terakhir dan bersifat kekal abadi. Bagi umat yang beriman, kehidupan abadi inilah yang seharusnya menjadi tujuan dan cita-cita kita.
Singkat dan sangat singkat fase kehidupan manusia, dari tiada (mati yg pertama) menjadi ada (hidup yg pertama) kemudian dimatikan lalu dihidupkan kembali di alam akhirat. Sangat rugi jika manusia terlalu mementingkan nafsu duniawinya dalam menggapai kehidupan fana, padahal belum tentu kebahagiaan datang setelah kita rengkuh dunia itu.
Barang siapa yang mencari akhirat, dunianya secara include pasti didapatkan. Sementara yang ngoyo mengejar dunia; belum tentu dunianya terengkuh sementara akhirat sudah pasti luput....naudzu billah tsumma naudzu billah.
أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُر حَتَّىٰ زُرْتُمُ الْمَقَابِرَُ
Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur. (QS 102:1-2)
25 Januari 2010 : 20:35 Wib

Selengkapnya...